Press "Enter" to skip to content

5 Tips Pembasmi Kejenuhan dalam Menghafalkan Al-Quran

Assalamualaikum sahabat santri semua. Semoga kita tidak lupa dengan rutintas wajib kita sebagai thalibul ‘ilm syar’i yah. Walaupun ditengah-tengah kebosanan quarantine time, semoga semangat dan jiwa tangguh pejuangnya tidak pudar dan semakin membara. Aamin.

Sebagai santri, apakah di antara sahabat sekalian ada yang suka dan ingin menghafal kan al-Quran? Bisa saya pastikan, tentu ada. Karena, memang upaya Hifzul Quran ini tidak bisa lepas dari hakikat seorang santri. Baik itu yang ingin menghafalkan keseluruhan ayat-ayatnya, menghafalkan surah-surah pendek saja, ataupun menghafalkan setiap ayat yang ada hubungannya dengan ilmu yang didapatkan selama menempuh hidup di pesantren.

Oke. Menghafalkan al-Quran ialah jati diri seorang santri tersebut. Dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Yang mana santri sebagai subjeknya dan al-Quran sebagai objek kajian yang sangat penting bagi santri. Ditambah lagi, ada banyak sekali keistimewaan seorang Haafizul Quran/ Penghafal al-Quran yang disediakan oleh Allah. Salah satunya ialah menjadi keluarga Allah, siapa sih yang tidak ingin mendapatkan kemuliaan tersebut? Allah sandingkan bersama para Rasul, wali, ulama, dan orang-orang shaleh di Surga-Nya.

Hal inilah yang biasanya menjadi salah satu penyemangat bagi para Hafizul Quran. Lalu, ada hal menarik lainnya yang bisa didapatkan oleh Hafizul Quran, yakni seorang Haafizul Quran dapat memberikan mahkota kepada kedua orang tuanya di surga kelak. Tidak main-main, ini bukan uang tunai, piala, atau bahkan piagam yang diberikan di kejuaraan kelas oleh sekolah. Inilah keutamaan seorang Haafizul Quran, membahagiakan kedua orang tuanya di dunia dan akhirat.

Melihat begitu menariknya keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada seorang Hafizul Quran, tentu godaan dan rintangan yang dihadapi pun juga semakin menarik dan menggoyahkan. Jika niat kita belum benar-benar tulus untuk mencintai kalam Allah, maka upaya menghafalkan al-Quran ini menjadi sedikit terlupakan dan berhenti ditengah. Nauzubillah. Oleh karena itu, dibutuhkan keistiqamahan dan ketelatenan yang cukup tinggi dalam menghafalkannya.

Baca Juga: 6 Perawi Hadis Terbanyak dalam Sejarah Islam

Salah satu masalah yang pasti menghampiri jiwa-jiwa seorang Hafizul Quran ialah rasa jenuh atau malas. Bisa dikatakan tidak ada seorangpun yang bersih dari masalah hati ini. jenuh ini pun jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadi kebiasaan yang sulit untuk dikontrol dan pada akhirnya akan merusak kebiasaan yang telah dibangun dalam menghafalkan al-Quran. Hal inilah yang membuat penulis ingin berbagi sedikit agar kita bisa mengobati rasa jenuh dan malas tersebut. Berikut beberapa tips untuk mengobati kita dari rasa jenuh dalam menghafalkan al-Quran:

Pertama, Tajdiidun-Niyyah atau memperbaharui niat. Sebelum kita memutuskan untuk menghafalkan al-Quran tentu kita telah berniat. Namun, tidak menutup kemungkinan di tengah-tengah perjalanan menghafalkan kalamullah, niat ini bisa terlupakan dengan berbagai kesibukan yang juga sedang kita geluti saat itu. Sehingga, lebih baik bagi kita untuk selalu mempebaharui niat kita dalam menghafalkan al-Quran dan jangan lupa berdoa. dan untuk menambah semangat tidak ada salahnya untuk sering-sering membaca kisah kehidupan perjalanan menuntut ilmu para ulama. Karena, banyak sekali ibrah yang dapat kita ambil dan amalkan, terutama dalam proses menjaga al-Quran dengan metode menghafalkannya.

Kedua, Istirahat sejenak. Istirahat sangat diperlukan jika kita telah terlalu lama berusaha menghafalkan al-Quran yaitu telah berada pada fase jenuh. Karena, setiap anggota tubuh kita pun memiliki batas maksimal penggunaan. Sehingga, segeralah beristirahat jika rasa jenuh telah tak dapat dikompromikan. Lalu, setelah istirahat kita dapat kembali kepada rutinitas menghafalkan al-Quran. Dan biasanya, tubuh dan pikiran pun menjadi lebih fresh, dan menghafal menjadi lebih mudah.

Ketiga, mengubah posisi saat menghafal. Jika, tips sebelumnya telah dilaksanakan dan masih terasa jenuh. Mungkin kita perlu mempertimbangkan cara ini. Ubahlah posisi kita saat menghafal, jika duduk cobalah berdiri lalu kemudian setelah beberapa saat duduk kembali. Atau jika menghadap ke selatan, ubah sedikit ke barat, timur atau bahkan ke utara. Karena, merupakan hal yang lumrah jika kita bosan melihat hal yang itu-itu saja.

Keempat, berpindah lokasi. Lagi-lagi permasalahan yang selalu ada ialah bosan dengan tempat yang itu-itu aja. Jadi, cobalah sekali-kali mencari tempat menarik untuk menghafalkan al-Quran. Dibanding kita hanya berwisata saja, tentu lebih bermanfaat jika kita berwisata sambil menghafalkan al-Quran. Misalkan sambil berdiri menyaksikan pemandangan yang indah disempatkan untuk menghafal beberapa ayat. Sejauh ini, hal ini lumayan membantu penulis pribadi dalam mengobati kejenuhan dalam menghafal.

Kelima, mencari teman untuk istiqamah menghafal. Tips yang terakhir ini dirasa sangat berefek sekali kepada penulis pribadi. Karena, jika kita memiliki teman yang sama-sama ingin berjuang dalam menghafalkan al-Quran ini, dia dapat menjadi motivator terbaik bagi kita. Kepadanya, kita bisa selalu meminta nasehat untuk meningkatkan kembali semnagat  yang mulai sedikit pudar. Dan tentunya kitapun bisa bercerita sejanak disela-sela kejenuhan menghafal. Yang paling penting ialah, kita bisa meminta dia mendengarkan hafalan yang telah kita hafalkan. Karena biasanya semakin sering kita mengulang hafalan, ia menjadi lebih lama dapat melekat di otak dan hati.

Wallahu a’lam. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi sahabat santri sekalian. Aamiiiin Ya Rabbal Alamin.

Latest posts by Nada Dhiyaul Haq (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *