Press "Enter" to skip to content

Allah Tidak Pernah Tidur, Aku Saja yang Ketiduran

Waktu Baca:3 Menit, 31 Detik

“ Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil”

Begitulah biasanya pepatah yang digunakan untuk menumbuhkan semangat  seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi, pepatah itu terdengar samar di beberapa telinga manusia di saat seperti ini. Siapa warga bangsa ini yang tidak tahu apa itu “Covid-19” ?

Cepat sekali dia singgah dan menetap hingga akhirnya memaksa semua kegiatan dibatasi, bahkan diberhentikan. Akibat adanya Covid-19, semua aspek kehidupan terpapar dampaknya, tanpa terkecuali. Kebudayaan, ekonomi, industri, serta sekian banyak yang jika disebutkan – terlalu panjang untuk dijelaskan.

Nah, salah satunya adalah pendidikan mahasiswa perguran tinggi. Karena keadaan dan peraturan pemerintah, seluruh mahasiswa dirumahkan untuk belajar di rumah dengan metode PJJ (Perkuliahan Jarak Jauh). Contohnya, dosen menjelaskan melalui video conference, lalu mahasiswa mendengarkan.

Baca Juga: Daftar Universitas Terbaik di Turki 2020

Disinilah, perlu diketahui pula, bahwa dalam sistem kuliah PJJ, media platform yang digunakan begitu banyak dengan sistem yang berbeda-beda. Diantaranya adalah Zoom, google meet, GoTo Meeting, Whatsapp, Telegram, Line, serta e-learning masing-masing kampus.

Namun, kenyataannya, sistem perkuliahan seperti itu dinilai tidak efektif. Mengapa demikian? Karena dosen tidak bisa mengawasi sepenuhnya apa yang dilakukan mahasiswanya ketika beliau memberi materi. Mirisnya lagi, terkadang ketika dosen menjelaskan mahasiswa yang bosan dan tidak memahami, bukannya bertanya dan mencari tahu, alih-alih malah mencari hiburan di aplikasi lain di hp atau laptop tanpa sepengetahuan dosennya. Bahkan ketiduran juga tidak sedikit.

Astaughfirullah,

Mari kita kaitkan dengan ukhwah Islam. Pantaskah mahasiswa muslim yang baik melakukan hal tersebut? Lalu apakah dalam keadaan pandemi seperti ini, ‘Ketiduran’ jugalah hal yang perlu dimaklumi? Apa sudah tidak berlaku pepatah “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil”? Atau lupakah kita bahwa Allah senantiasa tidak tidur mengawasi kita?

Sesuai dengan sabda Allah di surat Al Baqarah ayat 255 :

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

 “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Baca Juga: Kesehatan Mental dalam Literatur Klasik Islam

Dari ayat tersebut Allah telah jelas menyampaikan bahwa Ia tidak mengantuk dan tidak tidur untuk mengawasi manusi, apa yang ada dihadapan termasuk apa yang sedang manusia lakukan. Wahai sahabatku sesama muslim yang mulia, bukankah dalam upaya kalian ada diperguruan tinggi hingga sekarang ini adalah hal yang mudah didapat?

Tentu tidak bukan,

Cobalah kalian renungkan, apakah benar Allah tidak pernah tidur karena mengawasi kita? Jika iya, apakah kita tidak malu diberi beribu kenikmatan dan kesempatan untuk belajar dan tidur dengan waktu yang cukup, tetapi masih saja tidak bijak terhadap waktu, sehingga untuk dipergunakan ‘ketiduran’ di kelas. Maka, menurutmu pantaskah Allah membalas upaya kecilmu itu dengan kesuksesan ?

Tentu tidak

Atas dasar itulah, cobalah berbuat bijak seperti halnya Allah memperlakukan semua hambanya dengan bijak, terutama ‘Dirimu sendiri’. Dengan senantiasa bermusabahah semoga kita termasuk hamba yang juga senantiasa mendapatkan hidayah sehingga bijak dalam menentukan sesuatu terutama belajar di masa pandemi. Karena menuntut ilmu adalah hal yang begitu mulia.

WaAllahualam Bishowab

Facebook Comments
Latest posts by Ardelia Bertha Prastika (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *