Press "Enter" to skip to content

Bulan Suci Ramadhan di Tengah Pandemi Corona Virus

Waktu Baca:2 Menit, 5 Detik

Tepat setelah terbenamnya matahari di hari kamis (23/4), bulan suci Ramadhan resmi dimulai. Bulan yang di tunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Hingar bingarnya tidak segaung tahun tahun sebelumya.  Sidang isbat untuk melihat hilal dan perhitungan hisab guna menentukan tanggal 1 Ramadhan tidak lagi dipertentangkan. Semua seakan sepakat untuk memulai bulan suci umat Islam ini di waktu yang bersamaan.

Disisi lain ada hal yang sangat ganjil pada Ramadhan tahun ini, dunia sedang digegerkan dengan pandemi covid-19. Hampir seluruh negara di dunia sudah menjadikan pandemic ini sebagai wabah nasional. Tidak tanggung tanggung menurut situs resmi WHO per 29 april, korban positifnya sudah mencapai 3 juta kasus lebih, dan korban meninggal mencapai lebih dari dua ratus ribu jiwa.

Sebagian besar tokoh menyarankan semua ibadah dilaksanakan di rumah. Menjadikan momen Ramadhan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Bulan suci Ramadhan yang identik dengan bulan penuh ibadah, berubah menjadi bulan penuh resah dan pasrah. Jangankan mendengarkan pengajian dan ceramah, untuk melaksanaknan shalat wajib berjamaah saja susah. Banyak masjid yang meniadakan kegiatan shalat jamaah. Sampai sampai mengumandangkan adzan dengan embel embel shalat di rumah. Tarawih, tadarus, dan shalat sunnah semua dianjurkan untuk dilaksanakan dirumah.

Baca Juga: Puasa Sebagai Alternatif Obat Kangker

Sebagian lain memang masih bisa melaksanakan shalat berjamaah. namun protokol kesehatan wajib  dilaksanakan sesuai dengan anjuran  pemerintah. Menyemprot masjid dengan disinfektan, menyediakan hand sanitizer, Melebarkan jarak shaf, meniadakan salaman, mempercepat shalat, meniadakan kultum dan ceramah keagamaan, dan bahkan sampai pembatasan jumlah jamaah. Semua dilakukan demi menjaga jamaah dari penyebaran virus covid-19.

Meski sebagian wilayah masih bisa melaksanakan kegiatan jamaah, namun Keinginan untuk tetap beribadah menjadi membingungkan, Orang orang sangat reaktif terhadap batuk dan bersin. Orang akan berfikir macam macam ketika ada orang di dekatnya yang bersin dan batuk. Ibadah menjadi tidak khusyuk, dan bahkan sampai takut untuk datang lagi kemasjid.

Seremonial dan kegiatan kegiatann khas di bulan Ramadhan seperti Kampung ramadan, jajanan pinggir jalan, pasar sore, dan gebyar Ramadhan menjadi sesuatu yang berbeda di tahun ini, sebagian besar ditiadakan. Bahkan sekalipun ada, pengunjungnya bisa dihitung dengan jari. Penyedian takjil di masjid masjid sebagian besar di tiadakan, bantuan bantuan sosial juga tidak seramai tahun sebelumnya, karena kondisi ekonomi yang memburuk, para dermawan terkena imbasnya. Bukan karena segan untuk memberi, tetapi materinya tidak sebaik sebelumnya.

Bulan suci yang penuh berkah meskipun ditengah wabah. Oleh karena itu, marilah kita mengisi Ramadhan tahun ini dengan memaksimalkan ibadah sesuai dengan anjuran pemerintah dan fatwa para ulama. Tetap di rumah bukan berarti kita malas malasan beribadah.

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *