Enam Prinsip Komunikasi Dalam Islam

Komunikasi Islam pada hakekatnya adalah mengajak manusia kepada jalan dakwah yang lebih menekankan kepada nilai-nilai agama dan sosial budaya, yaitu dengan menggunakan prinsip dan kaidah yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadis. 

Komunikasi Islam selalu terikat kepada perintah dan larangan Allah atau al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad untuk mengetahui bagaimana manusia berkomunikasi. Al-Quran memberikan kata kunci yang berhubungan hal itu, misalnya mengartikan al-bayan sebagai kemampuan berkomunikasi dan kata kunci yang sering digunakan al-Quran untuk berkomunikasi adalah al-Qaul dalam konteks perintah, sehingga dapat disimpulkan ada enam prinsip komunikasi dalam Islam, yakni:

Qaulan Sadidan (Perkataan benar, lurus dan jujur)

Kata “Qaulan Sadidan” disebut dua kali dalam Al Qur’an yakni pada Surat An-Nisa: ayat : 9, dari surat ini Allah menyuruh manusia menyampaikan qaulan sadidan (perkataan benar) dalam urusan anak yatim dan keturunannya. Sedangkan, pada Surat Al-Ahzab: ayat: 70 Allah memerintahkan “qaulan sadidan” sesudah takwa. Dapat disimpulkan dari bahwa Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa bertakwa dan dengan perkataan yang benar.

Qaulan Balighan (perkataan yang membekas, tepat sasaran, dan komunikatif)

Kata “Qaulan Balighan” diungkapkan dalam Surat an-Nisa: ayat: 63. Kata “baligh” dari ayat tersebut dalam Bahasa Arab artinya sampai, mengenai sasaran atau mencapai tujuan. Apabila dikaitkan dengan ucapan atau komunikasi maka kata “baligh” berarti fasih, jelas maknanya, tepat menggunakan apa yang dikehendaki. 

Sebagai seorang berdakwah, salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum berdakwah adalah melihat situasi dan kondisi yang tepat dalam menyampaikan kata-kata. Misalnya kepada anak-anak kita harus berkata sesuai dengan pikiran mereka, bila remaja kita harus mengerti dunia mereka, jika salah dalam penyampaian materi maka akan membuat komunikan tidak paham.

Qaulan Maisura ( perkataan yang ringan)

Kata “Qaulan Maisura” diungkapkan dalam Surat al-Israa’: ayat:28, dari ayat tersebut dijelaskan bahwa kata yasara mempunyai arti mudah atau pantas, sehingga komunikasi dengan qaulan maisuro itu berarti pesan yang disampaikan itu sederhana, mudah dimengerti dan dapat dipahami secara langsung.

Qaulan Layyina (perkataan yang lemah lembut)

Kata ”Qulan Layyina” diungkapkan dalam Surat at-Thaahaa: ayat: 44. Islam mengajarkan untuk menggunakan komunikasi yang lemah lembut, tidak memaksa siapapun, diharapkan komunikan akan tersentuh, bisa menerima pesan serta menjadi pendengar yang baik.

Qaulan Karima (perkataan yang mulia)

Kata “Qaulan Karima” diungkapkan dalam Surat al-Israa’: ayat: 23, dari ayat tersebut dianjurkan untuk menggunakan perkataan yang mulia dalam berkomunikasi yakni perkataan yang santun, tidak kasar, dan tidak vulgar. 

Qaulan Ma’rufa (perkataan yang baik)

Kata “Qaulan Ma’rufa” diungkapkan dalam Surat al-Ahzab: ayat: 32. Sebagai orang Islam yang baik, perkataan kita harus terjaga, yang diucapkan mengandung nasihat, dan menyejukkan hati. Janganlah suka mencari kesalahan orang lain, hanya bisa mengkritik tapi marah jika dikritik oleh orang lain, memfitnah dan menghasut.

Ada empat unsur yang terlibat dalam proses pelaksanaan komunikasi yakni, komunikator, komunikan, media dan pesan. Islam sebagai wahyu yang diberikan oleh Allah mengajarkan kepada umatnya agar mampu berkomunikasi dengan baik, yakni komunikasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan diatas yang berpedoman dengan al-Qur’an sebagai sandaran, jika semua prinsip terpenuhi maka akan tercipta hubungan yang baik dan harmonis.

"Wala tamutunna illa wa antum katibun" - Janganlah engkau mati sebelum menjadi seorang penulis.

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub
Buka WhatsApp
1
Assalamualaikum. Ada yang bisa kami bantu? silahkan chat melalui whatsapp ini. Terima Kasih.