Press "Enter" to skip to content

Fashion Hijab di Era Millenial

Waktu Baca:1 Menit, 52 Detik

Naluri manusia menyukai keindahan, di kalangan perempuan khususnya, tampil indah sangat ditekankan. Untuk dapat tampil indah, seseorang memerlukan fashion yang menawan dan serasi. Islam sangat mendukung dan menganjurkan terwujudnya keindahan. Ada beberapa pandangan yang menyiratkan bahwa Islam mempunyai batasan-batasan yang ketat dalam berbusana, dalam arti Islam mempunyai aturan yang kaku terhadap fashion khususnya perempuan.


Pakaian wanita dalam syariat Islam mewujudkan dua maksud utama: pertama, menutup aurat dan menjaga fitnah. Kedua, semacam perbedaan dan penghormatan di dalam al-Quran terdapat banyak istilah tentang tata cara berpakaian. Ada kalanya al-Quran menyebut istilah libas, tsiyab, sarabil, qamis, jalabib, khumur, maupun risy. Salah satunya dalam Q.S. al-Ahzab : 59.


“Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu dan Allah adalah Maha lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab:59).


Dari ayat tersebut, dapat dipahami, bahwa seharusnya fashion hijab seorang muslimah hendaklah sesuai dengan ketentuan syariat, karena dengan begitu, keanggunan dan kehormatan wanita akan senantiasa terjaga. Namun, dengan perkembangan zaman khususnya di era Millenial ini, banyak ditemukan kreatifitas dalam berhijab. Hal ini menimbulkan tujuan berhijab berbelok dari menuju taat menjadi hanya popularitas fashion semata. Karena apa-apa yang melanggar syariat memang akan menggiring untuk tidak ta’at kepada perintah Allah.


Oleh karena itu, muslimah dengan fashion syariat Islam memiliki standar yang pasti yakni taat kepada Allah, kehidupannya lebih teratur dan mudah. Namun, kebanyakan kaum wanita lebih mementingkan mengikuti trend fashion yang bergonta-ganti mengikuti alur zaman, yang pada akhirnya fashion di era Millenial ini sudah banyak keluar dari koridor syariat Islam. Di era Millenial ini, sering dijumpai bahwa banyak yang memakai pakaian layaknya seperti menutup aurat, tetapi tidak sesuai dengan apa yang telah disyariatkan dalam Islam. Seperti memakai hijab tetapi habis dililit ke kepala dan leher, sehingga hijab tersebut tidak lagi menutup dada.


Walaupun menjadi seorang muslimah mempunyai aturan yang kaku, namun al-Quran juga telah menyatakan secara tegas bahwa menjadi syari bukan penghalang bagi seseorang untuk tampil indah dan menawan. Selama masih berada dalam batas-batas yang telah ditentukan. Sudah saatnya mengganti fashion muslimah dengan berhijab sesuai syariat Islam, bukan hanya dalam hal berpakaian tetapi dalam keseluruhan penampilan.

Facebook Comments
Latest posts by Miftahul Jannah (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *