Press "Enter" to skip to content

Hadis Jangan Makan Terlalu Banyak

Waktu Baca:1 Menit, 42 Detik

Dalam suatu redaksi hadis, Rasulullah tidak menganjurkan makan berlebihan dan bermubazir. Ini terdapat dalam hadis yang diabadikkan dalam kitab Jami’ al-Shagir karya Imam Suyuthi di halaman 467. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Turmuzi nomor 911.

عن أبي هريرة: إذا أقَلَّ الرَّجلُ الطعم، مُلِئَ جوفُه نورٌا

Dari Abi Hurairah r.a berkata: “Jika perut seseorang itu makan sedikit, maka perutnya akan dipenuhi dengan cahaya”.

Menurut Imam Suyuti status hadis ini dhaif, atau lemah. Dalam kitab syarah Tanwiru Syarhu Jami’ al-Shagir, syarah kitab Jami’ al-Shagir karya Imam Muhammad Husni juga men-dhaifkan hadis ini. Dari keterangan penulis kitab dan juga pensyarah kitab mengatakan hadis ini dhaif, namun apakah tetap bisa digunakan?

Dalam kitab Taisir al-Mustalah al-Hadis, Mahmud Tahhan mengatakan “hadis dhaif tetap bisa digunakan selama tidak dhaif sekali, menganjurkan kebaikan dan ancaman pada perbuatan buruk serta tidak berhubungan dengan hukum dan akidah”. Selain beliau banyak juga dari kalangan ahli hadis dan fikih sepakat kebolehan penggunaan hadis dhaif ini, termasuk Imam Nawawi.

Dalam kitab Tibbun Nabawi dikatakan bahwa terlalu banyak makan dapat memberikan mudharat kepada tubuh manusia. Yaitu membuat tubuh menjadi lemah dan menyebabkan rasa malas. Itulah kenapa dalam hadis ini dianjurkan untuk makan sedikit.

Sahabat Anas bin Malik dan Ibnu Masud juga pernah meriwayatkan hadis tentang ini, mereka berkata “Semua penyakit itu disebabkan karena terlalu penuhnya lambung perut”. Telalu banyak makan akan membawa penyakit kepada tubuh, dan ini merupakan mudharat yang harus diperhatikan.

Dalam hadis lain juga Nabi pernah bersabda: “Manusia tidak mengisi wadah apapun yang lebih berbahaya selain perutnya sendiri”.

Di dalam al-Quran sendiri juga dikatakan, makan dan minumlah kalian, tapi janganlah berbuat mubazir (berlebihan dalam makan dan minum)”.

Kemudian Umar bin Khatab juga pernah berkata: “Jagalah diri kalian dari makan berlebihan. Sebab, memenuhi perut dengan banyak makanan akan mengakibatkan penyakit yang dapat merusak tubuh manusia dan mengakibatkan masalah yang menghalangi seseorang melaksanakan kewajibannya sebagai hamba. Bertindak secukupnya dalam hal ini penting, karena berada di tengah-tengah adalah sifat baik yang dapat melindungi sesorang dari berbagai penyakit”.

Facebook Comments
Latest posts by Redaksi (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *