Press "Enter" to skip to content

Imunisasi dalam Masa Pandemi Covid-19

“Allah itu menghendaki kelonggaran dan bukan kesempitan bagimu” (QS. Al-Baqarah:185). Tidak lain dalam hal ini adalah imunisasi bagi bayi dan balita walau sedang dalam masa Pandemi Covid-19. Sebelum membahas bagaimana Imunisasi di masa pandemi Covid-19 terlebih dahulu kenali apa itu Imunisasi.

Imunisasi telah menjadi salah satu program wajib dari pemerintah RI yang bertujuan untuk melindungi bayi atau balita yang masih rentan akan sistem kekebalan tubuhnya terhadap berbagai macam penyakit seperti halnya penyakit Difteri, Tetanus, Hepatitis, TBC dan sebagainya.

Bayi atau balita sistem kekebalan tubuhnya tidak sesempurna orang dewasa maka dari itu pemerintah mengupayakan untuk melakukan program imunisasi wajib bagi bayi dan balita. Kemenkes RI,2017 menuturkan bahwa Imunisasi merupakan cara untuk membentuk atau meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga suatu saat apabila terpajan penyakit tidak akan mengalami sakit atau hanya sakit ringan.

Melalui vaksin yang merupakan antigen berupa mikroorganisme yang telah mati atau masih hidup namun sudah dilemahkan atau berupa toksin mikroorganisme inilah kemudian diberikan kepada seseorang sehingga akan menimbulkan kekebalan secara aktif yang spesifik terhadap penyakit tertentu.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan surat edaran pelayanan imunisasi pada anak selama masa pandemi Covid-19 menyebutkan bahwa “imunisasi tetap diupayakan lengkap dan dilaksanakan sesuai jadwal untuk melindungi anak dengan catatan tetap menjalankan prinsip Social-Distancing”.

Tips dari penulis adalah buatlah janji terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar ketika tiba di fasilitas kesehatan tidak perlu antri yang berkepanjangan dan dapat segera dilayani. Sehingga walau sedang dalam masa pandemi Covid-19 Imunisasi pada anak tetap harus diberikan.

Fatwa MUI nomor 4 tahun 2016 menyebutkan bahwa imunisasi dijadikan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Imunisasi menurut MUI bersifat mubah (diperbolehkan) dengan syarat vaksin imunisasi berbahan halal dan suci, namun jika bahan vaksin tersebut berbahan haram atau najis maka tidak diperbolehkan kecuali digunakan dalam kondisi darurat, belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci, adanya keterangan tenaga medis yang berkompeten dan dapat dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *