Jatuh Cinta Berbalas Pahala

“Siapa sih yang nggak pernah ngerasain jatuh cinta?”

Yang kalau ngapa-ngapain selalu ingat dia, dia, dan dia? Nonton FTV pun pasti bayanginnya meranin sama dia. Itulah “the power of love”, serasa dia itu sudah ikut mengalir bersama darah kita. Memang tak ada satupun yang mampu menghalangi seseorang untuk jatuh cinta, semua orang bebas merasakannya. Jatuh cinta itu gratis, tapi tak realistis. Saat ini banyak orang salah dalam mengartikan cinta, katanya cinta itu luka padahal ia terjebak oleh harapannya sendiri.

Jatuh cinta ada yang berbalas ada yang bertepuk sebelah tangan. Yang bertepuk sebelah tangan jangan sedih ya, berarti dia bukan yang terbaik untukmu. Husnudzan saja kalau sudah disiapkan oleh-Nya yang terbaik tapi waktunya masih dirahasiakan. Nah, untuk yang terbalaskan cintanya pasti seneng banget nih. Dan keinginannya juga aneh-aneh. “yank, vc yuk” “yank, kencan yuk” “yank, gini aku mau gini mau gini..” dan lain sebagainya pasti ada saja kemauannya. Itu sudah lumrah dan mohon maaf bahkan ada yang sampai keluar dari garis merah.

Seribet itu ya jatuh cinta-berbalas-maunya aneh-aneh. Wait, tapi kalau berbalas dan kita mampu meredamnya dalam artian mampu mengontrolnya, beruntunglah kita yang berpeluang mendapat pahala “Jihadun Nafsi” yang kata Rasulullah termasuk jihad paling utama yaitu jihad memerangi hawa nafsunya sendiri. Inilah yang membedakan antara manusia dan malaikat. Ini juga alas an mengapa manusia lebih mulia daripada malaikat, meski malaikat adalah makhluk yang paling sholih, disuruh sujud ya sujud, bertashbih ya dilakukan, terus seperti itu dan selalu taat kepadaNya.

Baca juga: Beasiswa Santri 2020 Sudah Resmi dibuka!

Sedangkan manusia? Selalu aneh-aneh, kreatif dalam hal maksiat, inovatif dalam menghasilkan dosa. Tapi tetep aja derajat manusia lebih mulia dari malaikat, loh kok bisa? Iya, karena malaikat memang udah disetting tidak punya elemen nafsu dalam jism nya. Sedang manusia? Sudah ada pada dirinya tapi ia tetep sholih/ah, mampu menahan nafsunya. Nah inilah sholih/ah yang luar biasa, didapat dengan susahnya menahan keinginan.

Dengan demikian kita bisa manfaatkan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat. Perbanyak berdzikir kepada-Nya, belajar, membaca buku, menulis, dan sebagainya. Yang nantinya semua itu, manfaatnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita.

So,  jika kita semua sedang merasakan jatuh cinta, bersyukurlah! Itu merupakan satu diantara washilah kita melakukan banyak kebaikan. Dengan menahan segala nafsu, kebaikan akan mudah dilakukan dan datang kepada kita. Bisa? Pasti itu, kenapa tidak? Kita kan manusia cerdas, terlebih akademisi.

Happy falling in love!

*tulisan ini merupakan kembangan dari nasihat Bu Nyai saya, Bu Nyai Masykurotin Azizah

Avatar

Retno Mayzima Mu'minah

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *