Karakter dan Hubungan antara Hadis, Tradisi Nenek Moyang, dan Modernitas

Hadis, tradisi nenek moyang dan modernitas adalah suatu jenjang yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan sosial dalam studi hadis. Namun jika dilihat pada perkembangannya di era sekarang, tiga konsep tersebut justru dipahami melalui pola yang salah. Sebagian orang memahami ketiga konsep tersebut sebagai suatu skema yang saling bertentangan, bahkan dalam penerapannya sangat bertolak belakang.

Untuk itulah pada artikel ini penulis akan merangkup terkait 3 konsep yaitu hadis, tradisi nenek moyang dan modernitas dengan pencapaian memahami ketiga konsep, serta penerapan karakter yang mewadahinya.

Sebagaimana yang telah lazim diketahui, hadis, tradisi, dan modernitas merupakan 3 unsur yang punya pijakan berbeda, di mana mereka memiliki makna yang berbeda, namun berada pada satu paradigma.

Jika kita tinjau dari unsur maknanya, hadis adalah sumber pokok kedua ajaran Islam berupa segala ucapan, perbuatan, hingga ketetapan Nabi Muhammad Saw. sebagai petunjuk sekaligus pedoman bagi umat Islam dalam setiap penentuan keputusan hidup.

Selanjutnya, tradisi merupakan sebuah formula yang dipahami sebagai suatu kepercayaan, kebiasaan, dan wawasan ilmu yang sudah ada sejak dulunya dan berlaku dalam kurun waktu satu generasi ke generasi berikutnya. (AG, 2011)

Kemudian, modernitas adalah suatu pola atau masa yang diwadahi dengan berbagai penemuan, teknologi, dan kemajuan dalam berbagai bidang. Sementara teori dari modernitas itu sendiri muncul sebagai formula masa lampau atau yang lebih kita kenal sebagai peristiwa penting setelah perang dunia ke-2 terjadi. (Kanto, 2011).

Bahkan dalam fase modernitas ini, perilaku sosial diangkat dari pilihan, bukan dari sebuah tradisi nenek moyang yang berkembang, karena di era ini permasalahan sangatlah kompleks, bahkan strata hubungan yang dijalin cenderung bersifat  individualis. (Kusumantoro, 2019).

Tidak hanya itu, di era modernitas ini, kemajuan pola pikir, perubahan prilaku, dan kemajuan teknologi adalah hal mandasar yang mempengaruhi konsep modernitas. (Hasan, 2009)

Lalu bagaimanakah sebenarnya dialektika hubungan dari ketiga konsep ini? Perlu kita pahami bahwa hadis, tradisi nenek moyang dan modernitas berada pada titik perpaduan berbagai budaya, atau yang sering kita kenal dengan akuturasi hingga pada penempatan sinkretisasi yang diwujudkan dalam berbagai alur kehidupan. (Qudsy, 2016)

Demikianlah paradigma dari berjalannya ketiga konsep tersebut dalam mengarungi pola kehidupan masyarakat. Bahkan dalam kurun perpaduan itu, setiap konsep baik hadis, tradisi, dan modernitas berperan andil tanpa keluar dari alur perpaduan akulturasi, sinkretisasi yang dibangun oleh konsep tersebut, tanpa menghilangkan ataupun melunturkan nilai-nilai kebudayaan dan makna asli dari ketiga konsep tersebut.

Selanjutnya, bagaimanakah pola dari ketiga konsep ini bisa menyatu? Bagaimanakah cara perpaduan dari ketiga konsep ini? Dan bagaimana ketiga konsep ini bisa berjalan seiringan?

Jawabannya terletak pada satu titik fokus, yaitu dalam memandang fenomena serta praktik sosial dan kultural kebudayaan ataupun  peradaban menjadi suatu formula yang keberadaanya diilhami oleh hadis-hadis yang berkembang di masa lampau, bahkan menjadi praktik di masa modernitas ini. Praktik yang mampu mewarisi tradisi nenek moyang atau bahkan menerima meodernitas itu sendiri adalah ujung tombak dari dua dasar, yang mana persinggungan dengan praktik yang terjadi di masa Rasullah, tetap berada pada alur  pengetahuan dan wawasan hadis-hadis Rasulullah saw. (Qudsy, 2016)

Kemudian dari dasar apa ketiga konsep tersebut bisa berjalan beriringan tanpa melunturkan warna kekhasan dari masing-masing konsep tersebut?

Maka hal ini kita lihat pada sudut terjadinya integrasi. Integrasi antara hadis, tradisi nenek moyang dan modernitas dalam skema ini dapat ditinjau dari tiga sisi atau bentuk, yaitu pada lingkup atau aspek kerjasama (co-opration), persaingan (competation) , hingga pertentangan (conflict).(Soekanto, 1970)

Selanjutnya, dari tiga aspek inilah kita dapat memahami bahwa proses adaptasi dan akomodasi yang terjadi di antara konflik dan integrasi yang mewadahinya dapat memunculkan suatu sintesis, yaitu memadukan beberapa unsur baik dari segi pengertian yang mencakup nilai budaya demi mencapai suatu perpaduan yang utuh dan sesuai dengan konsep paradigma samudra kehidupan. (Badudu, 2001)

Berikutnya, bagaimanakah sikap atau karakter kita sebagai pelaksana dari  konsep tersebut dan bahkan berada dalam wadah yang dilingkupi dengan konsep-konsep tersebut?

Dalam keadaan ini, jika kita belum mengetahui betul akan makna dan kaitan tersendiri dari tiga konsep itu maka kita akan bimbang dalam tindakan yang  kita lakukan. Berbeda halnya apabila kita telah memahami bahwa ketiga konsep tersebut bersanding pada hakikatnya dalam suatu wadah pelaksanaan, maka kita akan mampu untuk menerima akulturasi peradaban, bahkan untuk hubungan ketiga konsep itu kita akan menjadi penyokong penuh dalam skenario perjalanan konsep tersebut. Bahkan dengan hal ini pulalah akan melahirkan generasi yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan namun tetap menghormati nilai-nilai yang terkandung dari berbagai perbedaan.

Sebagai argumen pendukung, sejalan dengan konsep ini Ki Hajar Diwantara (sebagaimana dikutip oleh Imam Barnadib) bahwa tidak bisa dilepaskan alur peradaban kebudayaan dari tiga dasar: concentrich, continiutit, convergent. Maksudnya, kebudayaan itu harus mengikuti  peradabaan zaman serta dapat menampung elemen-elemen baru dari luar lingkupnya namun masih pada alur dan kajian yang berguna oleh peradaban dan kebudayaan terkait. (Barnadib, 1988)

Terakhir, kita sebagai generasi baru yang menerima segala peradaban juga harus selektif dan mampu bertoleran serta berkontribusi dalam menjalankan nilai-nilai keluhuran, dengan dasar tetap berada pada alur dan ketentuan yang sesuai dengan nilai-nilai beragama

Avatar

Meri Oktarini

Penulis adalah mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Artikel Menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *