Press "Enter" to skip to content

Membaca Al-Qur’an; Panen Pahala di Bulan Ramadhan

Waktu Baca:6 Menit, 49 Detik

Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, Ramadhan ialah yang paling istimewa. Apa saja amalan kebaikan yang dilakukan, akan dilipatgandakan pahalanya. Bahkan, amalan sunnah yang dikerjakan di bulan ini, pahalanya setara dengan amalan wajib di bulan lainnya. Demikian yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, “Setiap amalan Bani Adam (manusia), akan dilipatgandakan pahalanya sebanyak 10 kali hingga 700 kali, Allah berfirman: kecuali amalan puasa, puasa itu untukku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya…” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).  Bagi orang beriman, tentu Ramadhan akan dimanfaatkan sebagai momentum yang tepat untuk memanen pahala sebanyak-banyaknya. Sungguh rugi kiranya jika momentum ini dilewatkan begitu saja tanpa melakukan amalan-amalan kebaikan.

Dalam hadis yang disebutkan di atas, Nabi tidak mengkhususkan satu amalan tertentu. Artinya, semua amalan yang dikerjakan dalam bulan Ramadhan, apa saja bentuknya, asalkan di dalamnya terdapat kebaikan, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Namun, dalam tulisan ini, penulis hanya ingin menunjukkan satu amalan istimewa saja, sekaligus mengajak kita semua untuk menghitung dan mengira-ngira, berapa banyak pahala yang akan kita panen dari amalan ini. Amalan apakah itu? Ialah membaca Al-Qur’an (tilāwah al-Qur’ān).

Sebelumnya, mari kita renungkan terlebih dahulu sebuah ayat yang masyhur terkait Ramadhan dan al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ…

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan dari petunjuk-petunjuk itu, dan pembeda (furqān) antara yang hak dan bathil…” (Q.S Al-Baqarah: 185).

Dalam ayat ini jelas dikatakan bahwa al-Qur’an turun di bulan Ramadhan. Makanya, Ramadhan begitu identik dengan al-Qur’an. Sederhananya, jika boleh dikatakan, Ramadhan ialah hari ulang tahunnya al-Qur’an. Layaknya manusia, apa yang biasanya dilakukan di saat ulang tahun? Kita tentu antusias mengapresiasi hari ulang tahun ini bukan? Meskipun dengan cara yang berbeda-beda, tapi yang jelas setiap kita pasti senang dan bahagia ketika hari ulang tahun tiba, dan tidak sedikit dari kita juga merayakannya dengan semeriah mungkin. Hendaknya begitu pula kita mengapresiasi Ramadhan ini. Kita rayakan hari ulang tahun al-Qur’an ini dengan antusias, kita meriahkan dengan hati yang gembira. Bagaimana caranya? Yaitu tiada lain dengan cara perbanyak bacaan-bacaan al-Qur’an, kita lafalkan sesering mungkin, syukur-syukur bisa kita hafalkan dan amalkan.

Baca Juga: Beasiswa Santri Berprestasi 2020 Resmi Dibuka!

Ketika merayakan ulang tahun manusia tentu butuh uang untuk membuat pesta, membeli kue dan lain sebagainya. Sebaliknya, merayakan hari ulang tahun al-Qur’an justru tak butuh mengeluarkan uang atau material apa-apa, cukup dengan modal suara dan niat yang ikhlas. Jika merayakan ulang tahun manusia, kita tidak mendapatkan apa-apa kecuali kesenangan dan kebahagian. Maka, merayakan ulang tahun al-Qur’an, justru selain memperoleh kesenangan dan ketenangan hati, kita juga akan memanen pahala yang melimpah. Hal ini terekam dalam Hadis Nabi SAW berikut:

سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ»

“Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (al-Qur’an), maka dia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan dinilai sepuluh pahalanya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”. (H.R Al-Turmuzi dari sahabat Abdullah bin Mas’ud)

Jelas, dalam hadis ini, Nabi menyampaikan bahwa ganjaran bagi orang yang membaca al-Qur’an ialah satu kebaikan yang dinilai sepuluh pahala setiap satu hurufnya, sehingga membaca alif lam mim terhitung mendapat 30 pahala. Ini adalah ganjaran bagi orang yang membaca al-Qur’an di luar bulan Ramadhan. Sekarang, coba kita matematisasikan, kita hitung berapa pahala yang akan kita panen ketika membaca al-Qur’an di bulan Ramadhan berdasarkan hadis Nabi yang dijelaskan di awal tadi. Setiap kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan maka pahalanya akan dilipatgandakan menjadi 10 kali. Jika membaca al-Qur’an di luar Ramadhan mendapat 10 pahala perhurufnya, maka di bulan Ramadhan, satu huruf al-Qur’an akan diberi 100 pahala. Alif lam mim yang tiga huruf, di bulan Ramadhan ini akan dilipatgandakan menjadi 300 pahala.

Lebih banyak, jika kita mampu membaca al-Qur’an satu halaman perhari, berapa banyak huruf-huruf yang kita lantunkan, berapa banyak pula pahala yang akan kita peroleh jika setiap huruf itu dikalikan 100 pahala. Begitu seterusnya, dua halaman, tiga halaman, empat halaman, seperempat juz, setengah juz, satu juz dan seterusnya. Bayangkan, jika kita mampu mengkhatamkan al-Qur’an selama bulan Ramadhan, membaca seluruh huruf-huruf yang ada di dalamnya, berapa banyak pahala yang akan kita panen jika huruf-huruf itu Allah ganti dengan 100 pahala setiap hurufnya. Belum lagi jika mampu mengkhatamkan al-Qur’an lebih dari sekali, sebagaimana yang dilakukan para ulama-ulama terdahulu.

Diriwayatkan, Imam Muhammad bin Idris, atau dikenal dengan Imam Syafi’i, selama bulan Ramadhan beliau mampu mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak 60 kali. Artinya, satu hari beliau selalu mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak dua kali. Imam Al-Aswad bin Yazid, seorang tabi’in asal Kufah, beliau bisa mengkhatamkan al-Qur’an setiap dua malam sekali. Artinya, selama bulan Ramadhan, beliau sudah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 15 kali. Begitu pula Imam Qatadah, seorang ahli tafsir kalangan tabi’in, beliau mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak sekali dalam tiga hari, kecuali pada 10 hari terakhir Ramadhan, beliau mengkhatamkannya sekali dalam sehari. Artinya, selama bulan Ramadhan, beliau telah mengkhatamkan al-Qur’an sebanyak lebih kurang 26 kali. Begitulah potret keakraban para ulama dengan al-Qur’an selama bulan Ramadhan yang dapat kita baca dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala’ karya Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabiy.

Kita barangkali kesulitan meneladani para ulama di atas yang bisa mengkhatamkan al-Qur’an berkali-kali ketika Ramadhan. Namun, paling tidak kita bisa memasang target dan mengusahakan untuk bisa mengkhatamkan al-Qur’an sekali saja di bulan Ramadhan ini sebagai bentuk perayaan kita terhadap bulan lahirnya al-Qur’an. Caranya, kita bisa siasati dengan membagi waktu kita untuk membacanya. 30 Juz al-Qur’an harus selesai dalam waktu 30 hari. Artinya, dalam sehari kita mesti membaca al-Qur’an sebanyak satu juz al-Qur’an. Satu juz yang terdiri dari 20 halaman, bisa kita bagi lagi dalam lima waktu shalat fardhu. Setiap waktu shalat, kita bisa membaca sekitar 4 halaman al-Qur’an. Jika memang berat, kita masih bisa mensiasatinya dengan membaginya lagi ke dalam dua waktu, sebelum dan sesudah shalat. Artinya, sebelum shalat kita wajib membaca 2 halaman al-Qur’an, dan 2 halaman pula sesudahnya. Dengan cara ini, atas izin Allah, mengkhatamkan al-Qur’an bukanlah suatu yang memberatkan, justru ini akan menjadi ketenangan sebab setiap waktu kita diisi dengan berinteraksi dengan al-Qur’an.

Sebagai penutup, satu hal yang mesti kita sadari dan renungi bahwa segala sesuatu yang terkait dengan al-Qur’an, akan menjadikan sesuatu itu menjadi agung dan mulia. Lihatlah, ketika Allah turunkan al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka dijadikanlah Ramadhan sebagai bulan yang paling mulia (Sayyid asy-Syuhur), bahkan lebih mulia dari seribu bulan. Ketika Allah turunkan al-Qur’an melalui perantara Malaikat Jibril, maka dijadikanlah Jibril sebagai malaikat yang terpercaya (Ruh al-Amin). Ketika al-Qur’an turun kepada Nabi Muhammad, maka dijadikanlah beliau sebagai penghulu para Nabi (Sayyid al-Anbiya’ wa al-Mursalin). Lalu sekarang, bagaimana jika al-Qur’an itu kita kaitkan dengan diri kita, kita tanamkan al-Qur’an dalam diri kita, kita baca, kita hafalkan, dan kita amalkan dalam kehidupan? Tentu Allah akan jadikan hari-hari kita indah dan mulia di sisi-Nya. Allahumma ij’alna min ahli al-Qur’an.

Facebook Comments
Latest posts by M. Alan Juhri (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *