Press "Enter" to skip to content

Menggapai Maqom Istiqomah di Pandemi Korona

Waktu Baca:2 Menit, 57 Detik

Merebaknya virus Korona pada Ramadhan kali ini merubah siklus tatanan kehidupan yang ada. Semua orang yang ada di berbagai belahan dunia tak terkecuali di Indonesia, sibuk untuk mengisolasi dirinya sendiri di rumah, supaya tidak terkena wabah yang sangat mematikan ini. Penyebarannya yang sangat cepat dan menunjukkan kenaikan jumlah orang yang terinfeksi virus ini, menjadikan semua negara melakukan berbagai cara untuk melindungi semua rakyatnya.

Hampir semua negara di berbagai belahan dunia memberlakukan sitem lockdown atau stay in home, dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus ini, yang kebanyakan tersebar melalui kontak fisik antar individu. Saat ini virus korona telah mampu mengubah total aktivitas manusia, akibatnya semua orang mau tidak mau melakukan segala aktivitasnya di rumah. Mulai dari bekerja, belajar, sampai dengan beribadahpun semua dilakukan di rumah.

Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana begitu ramainya orang berbondong-bondong pergi ke masjid untuk sholat tarawih secara berjamaah, kini mereka harus melakukannya dirumah bersama keluarga mereka masing-masing. Banyak orang yang tidak bisa berkumpul dengan keluarganya karena harus melakukan kewajibannya, seperti dokter dan para tenaga medis yang harus memberikan kemampuan terbaiknya untuk menyelamatkan para pasien korona. Selain itu ada juga yang tidak bisa berkumpul dengan keluarganya karena dia berada pada daerah zona merah yang mengharuskannya untuk bertahan di daerah tersebut supaya mengurangi resiko penularan yang semakin meluas.

Baca Juga: Pandemi: Antara Ghiroh Keagamaan dan Roh Kemanusiaan

Perubahan dan dampak negatif yang muncul sering dijadikan titik fokus oleh mayoritas masyarakat, padahal banyak sekali hal-hal yang bermanfaat yang bisa kita lakukan pada saat pandemi ini. Di sini penulis ingin mengajak pembaca untuk belajar menggapai maqom istiqomah pada saat wabah korona ini melanda, dengan mengesampingkan dampak negatif yang sangat mempengaruhi pikiran kita. Supaya dengan adanya wabah ini tingkat keimanan dan ketaqwaan kita meningkat.

Kita tahu sendiri akibat wabah korona ini datang, kita dianjurkan untuk selalu stay dirumah, hal ini tentunya sangat baik untuk kita belajar menjadi manusia yang istiqomah. Istiqomah itu sendiri memiliki arti yaitu melakukan sesuatu secara terus menerus secara powerfull dalam kondisi apapun. Tentunya menggapai maqom istiqomah tidak semudah yang kita bayangkan, karena istiqomah itu mudah diucapkan namun sangat sulit untuk dilakukan dikehidupan sehari-hari.

Pertama, adalah takwim, yaitu memaksakan diri untuk berbuat sesuatu amal secara terus menerus, dalam istilah lain yakni ada suatu manajeman yang menuntut kita untuk melakukan sesuatu itu secara terus menerus. Jika dihubungkan dengan keadaan pandemi yang sedang melanda ini, tentulah sangat relevan untuk kita belajar takwim (memaksa) diri kita untuk melakukan suatu amal ibadah secara terus menerus, mengingat himbauan pemerintah untuk stay in home.

Kedua, yaitu iqomah. Apa itu iqomah? Iqomah adalah melakukan sesuatu seperti kita sudah ketagihan terhadap sesuatu tersebut, jadi kita melakukan sesuatu itu tanpa disuruh kita sudah melakukannya dan apabila kita lupa melakukannya kita merasa ada yang kurang dalam diri kita. Setelah kedua tahap itu telah dilewati maka kita akan masuk fase yang lebih tinggi, yaitu fase istiqamah.

Fase tertinggi, istiqomah. Ketika sudah mencapai fase ini maka hakikatnya  segala sesuatu yang kita lakukan tidak lagi mengharap imbalan,ingin dipuji, ingin dilihat dan lain sebagainya. Tetapi kita akan melakukan segala sesuatu itu dengan powerfull dan terus-menerus dalam keadaan apapun.

Maka dari itu, dengan adanya wabah korona ini kita jadikan ajang untuk memperbaiki diri kita dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Apalagi sekarang kita berada di bulan yang sangat mulia yakni bulan suci Ramadhan, yang mana segala amal baik yang kita lakukan di bulan ini akan dilipat gandakan lebih besar. Oleh karena itu jadikanlah momen ini untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, supaya kita menjadi orang yang beruntung dan tidak menyesal dikemudian hari.

Facebook Comments
Latest posts by Pradika Yoga Pratama (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *