Press "Enter" to skip to content

Pentingnya Mengenalkan Hadis Menuntut Ilmu pada Anak Usia Dini

Anak selain berfungsi sebagai penyejuk hati orang tua, juga bisa berperan sebagai fitnah yang menggoda bahkan bisa menjerumuskan orang tua menuju jurang kenistaan. Cobaan ini bisa terjadi, lantaran kodrat orang tua yang sangat mencintai buah hatinya. Hal inilah yang menjadi alasan orang tua harus menjadi pribadi yang smart dan bisa mengikuti perkembangan jaman.

Anak zaman now… yang identik dengan anak milenial atau generasi gadget, mempunyai  pengetahuan yang seranting lebih tinggi dari orang tuanya dalam hal penguasaan gadget. Benda ajaib ini sering pula disebut dengan istilah setan gepeng. Dengan benda ajaib ini, semua keingintahuan anak-anak bisa diaksestanpa mengenal ruang dan waktu. Kapanpun dimanapun anak-anak akan memperoleh jawaban atas keingintahuannya itu.

Namun sebagai orang tua yang mengetahui perkembangan zaman, patutlah kita untuk selalu belajar setiap saat, dimanapun dan kepada siapapun.

“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Hadis di atas menuntun kita selaku orang tua, agar tetap semangat mencari ilmu. Orang tua dengan bekal ilmu yang cukup atau tinggi, harapannya bisa mengasuh dan membimbing anak-anaknya dengan pola didik yang tepat, sehingga anak dapat selamat di dunia dan akhirat. Jika bisa mencetak anak yang sholih sholihah, itu merupakan investasi orang tua di kehidupan yang akan datang. Menjadi amal jariyah orang tua yang tidak akan terputus walaupun orang tua telah tiada.

Guru TK adalah figur hebat untuk peserta didiknya, apapun yang dikatakan oleh guru, anak akan selalu menurut dan akan selalu diingat oleh anak. Hal inilah yang mengharuskan kita untuk selalu bertutur maupun berkelakuan yang tidak melanggar etika atau norma yang berlaku.

Anak TK ibarat kertas kosong berwarna putih yang belum ada warna menempel di atasnya. Sedini mungkin arti penting menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim, perlu kita tanamkan kepada anak-anak. Apa yang sering anak dengar akan dilakukan, apa yang sering dilakukan akan menjadi kebiasaan, dari kebiasaan anak itulah akan mencetak sebuah karakter atau pribadi manusia.

Dimulai dari bangku TK lah, ilmu menulis dikenalkan, illmu membaca dan mengenal huruf dimulai. Ilmu menggambar, sebagai refleksi dari syukur atas semua nikmat diajarkan. Ilmu teposliro, empati dan berbagi benar-benar di mulai dalam hidup anak. Di bangku TK lah, anak-akan mengenal cipta, daya dan karsa yang akan menjadi sebuah kekuatan luar biasa untuk merubah kehidupan ataupun peradapan dunia.

Orang hidup tanpa ada ilmu, pasti dunianya terasa gelap gulita. Berbeda dengan orang yang kaya ilmu, dia akan merasa tenang dan bisa membawa diri dimanapun ia berada. Apabila sedang mengalami masalah, dia akan tetap tenang dan memiliki banyak opsi pemecahan masalah. Tidak ada istilah putus asa atau limbung untuk orang yang mempunyai ilmu luas.

Bahkan dalam menghadapi kegagalan, orang yang berilmu akan menganggap bahwa kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksesan. Hanya orang berilmulah yang bisa terus menabung pahala sampai hari akhir. Tidak akan terputus amalnya, walau dia sudah tiada. Dalam ketiadaanya dia masih bisa meninggalkan nama dan menabung pahala untuk menggapai surga.

Latest posts by Zuniarsih (see all)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *