Press "Enter" to skip to content

Pentingnya Pengetahuan Bahasa Asing (Arab dan Inggris)

Waktu Baca:2 Menit, 7 Detik

“The limits of my language mean the limits of my world”, “keterbatasan bahasaku adalah keterbatasan ilmu pengetahuanku” – Ludwig Wittgenstein

Persaingan Global saat ini menuntut semua kalangan untuk bisa berbahasa asing. Di Indonesia misalnya, setidaknya ada dua bahasa yang dekat dengan aktifitas harian masyarakat. Dua bahasa itu adalah bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Bahasa Arab sebagai bahasa agama dan bahasa Inggris sebagai bahasa informasi.

Dalam perkembangannya, dua bahasa ini sangat penting untuk mengakses cakrawala ilmu pengetahuan. Awam ilmu bahasa Arab akan menyulitkan memahami makna praktik keagamaannya. Awam ilmu bahasa Inggris juga akan menyulitkan mengakses sajian informasi dunia saat ini.

Dalam dunia akademik, bahasa sangat memiliki andil yang sangat signifikan. Untuk mendukung pemahaman suatu objek studi secara luas, memahami diskusi dan membaca literasi dari berbagai perspektif, diperlukan pemahaman bahasa yang mumpuni.

Terbatasnya ilmu bahasa juga akan membatasi untuk mengetahui cara pandang orang di luar Indonesia juga. Pemahamannya akan tandas di kancah nasional saja, tidak akan bisa menyusuri sudut pandang orang Timur Tengah dan orang Barat.

Seorang filsuf barat bernama Ludwig Wittgenstein pernah berkata “The limits of my language mean the limits of my world”, “Keterbatasan ilmu bahasaku adalah keterbatasan ilmu pengetahuanku”.

Ludwig ingin mengatakan bahwa keterbatasan bahasa adalah keterbatasan untuk menggali dalamnya palung ilmu saat ini. Sederhananya, ia tidak akan bisa melihat prespektif suatu objek dari pandangan orang luar dan ilmunya hanya sebatas bahasa yang dipahami.

Manusia selalu berfikir dalam rongga-rongga bahasa yang dipahami. Begitu juga kualitas pemikiran dan idenya, hanya akan sebagus kualitas bahasa yang dipahami.

Memiliki kemampuan berbahasa asing juga berarti dapat memahami budaya orang lain. Jack Ma, seorang miliarder dunia berkata “Dengan memahami bahasa asing, kita dapat memahami budaya orang lain, kita dapat menghargai kultur orang asing. Jika kita dapat memahami dan menghargai budaya orang lain, kita juga akan dihargai dan dihormati orang asing”.

Memahami suatu bahasa berarti memahami orang lain, bagaimana mungkin suatu kesepakatan akan terbentuk tanpa ada jembatan yang disebut dengan bahasa. Dengan komunikasi yang baik akan mempengaruhi hubungan seseorang, organisasi, bahkan negara dalam hal apapun itu.

Mari kita lihat pentingnya pemahaman bahasa dari prespektif lain. Pentingnnya bahasa dari paradigma al-Quran.

Kita dapat menemukan urgensi bahasa dari penggalan surat Al-Hujurat ayat 13. Ayat itu bebunyi “Dan kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu dapat saling mengenal”.

Dapat dipahami bahwa maksud dari banyaknya bangsa dan bahasa yang ada di dunia ini adalah, agar manusia dapat saling memahami, bertukar pikiran, bertransfer ilmu dan membuka cakrawala keilmuan. Semua ini tidak akan bisa dicapai tanpa adanya pengetahuan bahasa, dalam artian ilmu pengeteahuan akan terbatas karena keawaman dalam berbahasa.

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *