Pondokku Green And Clean; Pengarusutamaan Pendidikan Lingkungan di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kabupaten Blitar


Pondok Pesantren bagian dari Sistem Pendidikan Nasional

Pondok pesantren kini sudah menjadi sebuah lembaga pendidikan yang mengakar dan menyebar di lingkungan masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan pesantren telah diakui sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren memberikan landasan hukum bagi keberadaan dan peran pesantren di Indonesia. Menurut undang-undang tersebut, setidaknya ada tiga fungsi yang dimiliki pesantren, yaitu fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat. 

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berkembang pesat penyebarannya di seluruh pelosok tanah air telah banyak berperan dan membentuk masyarakat Indonesia yang religius-nasionalis. Banyak tokoh bangsa di masa lalu, kini, dan agaknya juga di masa depan yang lahir dari pesantren. Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Ahmad Dahlan misalnya, beliau berdua tokoh bangsa yang lahir dari kalangan pesantren dan terbukti tangguh dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Pondok pesantren sebagai kawah candradimuka para penerus bangsa harus berupaya memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman sebanyak mungkin bagi santri-santrinya. Bekal yang akan bermanfaat bagi kehidupan duniawi dan ukhrawi, yang bisa menyelesaikan berbagai problematika dan tantangan, serta yang mampu membawa kemasalahatan dan kesejahteraan. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, dan ad-Daruqutni).

Pondok Pesantren Garda Terdepan Pendidikan Lingkungan

Pondok Pesantren Nurul Ulum Kabupaten Blitar, sebagai pesantren yang memiliki santri cukup banyak sangat berpotensi dalam melakukan suatu perubahan dan pembaharuan, khususnya terkait dengan penciptaan lingkungan yang ramah dan nyaman. Survei yang dilakukan oleh organisasi nonprofit Generasi Melek Politik (GMP) pada April 2021 menunjukkan bahwa mayoritas anak muda, Gen Z, dan milenial menganggap isu lingkungan sangat penting bagi hidup mereka.

Ada empat masalah utama lingkungan yang menjadi kekhawatiran yaitu; sampah yang menumpuk, sungai tercemar, banjir, dan kerusakan hutan. Menariknya hasil survei mengatakan bahwa penyebab utama masalah lingkungan adalah minimnya pendidikan lingkungan untuk masyarakat. Pondok pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional sudah seharusnya ikut mengambil bagian menjadi garda terdepan dalam mengatasi krisis lingkungan yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang. 

Pondok Pesantren Nurul Ulum Kabupaten Blitar sebagai pesantren yang dekat dengan kawasan perhutanan (Hutan Betet, Lodoyo) dan persawahan menjadi potensi dan peluang yang besar dalam kelangsungan pendidikan lingkungan. Selain itu mulai maraknya alih fungsi hutan dan sawah untuk kegiatan industri yang semakin memprihatinkan perlahan akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Pembukaan pabrik, komplek pertokoan, SPBU, dan jenis usaha lain di wilayah hijau akan mengancam kelestarian lingkungan. 

Masalah dan krisis lingkungan yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang tidak cukup jika hanya diselesaikan melalui pendekatan teknis, tetapi yang terpenting justru melalui pendekatan pendidikan moral yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Membangun karakter yang baik akan menjadi modal utama untuk berperilaku etis dalam mengatur hubungan antara dirinya dengan lingkungan sekitar. 

Pondokku Green and Clean; Pengarusutamaan Pendidikan Lingkungan

Sehubungan dengan itu penyelesaian masalah dan krisis lingkungan tidak dapat dilakukan secara sepihak, namun diperlukan kerjasama multipihak secara serentak, yang mana dalam hal ini Pondok Pesantren Nurul Ulum Kabupaten Blitar melibatkan seluruh komponen pesantren dan masyarakat untuk mensukseskan pendidikan lingkungan hidup. Sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan terhadap kelestarian lingkungan hidup, Pondok Pesantren Nurul Ulum Kabupaten Blitar menggalakkan Gerakan Pondokku Green and Clean dengan beberapa langkah strategis sebagai berikut.

Pertama, Pondok Pesantren Nurul Ulum Kabupaten Blitar menjadikan karakter peduli lingkungan sebagai satu poin dalam visi pendidikannya. “Terwujudnya generasi muslim kaffah, alim, handal, serta peduli kebersihan dan lingkungan” menjadi salah satu bukti pengarusutamaan pendidikan lingkungan di pesantren.  

Kedua, visi yang telah dirumuskan juga diejawantahkan dalam misinya yaitu “Membiasakan anak didik untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta peduli terhadap lingkungannya”. Keterkaitan antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peduli lingkungan adalah kombinasi lengkap yang tepat menjadi salah satu karakter santri di masa kini.

Ketiga, pondok pesantren juga menjadikan gerakan “Pondokku Green and Clean” sebagai salah satu program unggulan. Program ini menjadi salah satu ikhtiar pesantren dalam melestarikan lingkungan yang dilakukakan dari generasi sekarang ke generasi yang akan datang. Wujud kegiatannya antara lain kewajiban membawa minimal satu jenis tanaman bagi santri baru, pengenalan alam dan lingkungan sekitar,  pelatihan menanam dan merawat tumbuhan, pembiasaan memulai kegiatan belajar mengajar ketika kelas sudah bersih, pembagian jadwal ro’an (kerja bakti), dan lain sebagainya.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian santri terhadap lingkungan sekitar. Bahkan lebih jauh lagi aspek-aspek tersebut dapat mendarah daging ke dalam kepribadian hingga menjadi salah satu karakter santri. Artinya dengan adanya pembinaan tersebut, diharapkan ada perubahan tingkah laku para santri dan menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Buka WhatsApp
1
Assalamualaikum. Ada yang bisa kami bantu? silahkan chat melalui whatsapp ini. Terima Kasih.