Press "Enter" to skip to content

Puasa Ramadhan Sebagai Alternatif Obat Kanker

Waktu Baca:2 Menit, 51 Detik

Banyak sekali hikmah yang ada di balik disyariatkannya puasa Ramahan. Salah satu hikmah yang sudah teruji secara ilmiah adalah ampuhnya puasa dalam mengobati penyakit kanker.

Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan Ramadhan, kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan yang menggelagak dan membara menyatu dengan kerinduan kita kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. sebagaimana rindunya Baginda kepada umatnya akhir zaman.

Adanya sekian banyak rahmat yang turun bergelombang-gelombang dari langit pada bulan Ramadhan terasa memberikan banyak kesempatan kepada kaum muslimin untuk mendapatkan dewandaru (rezeki nomplok) yang tidak bisa didapatkan pada bulan-bulan lainnya.

Puasa adalah ibadah pokok di bulan Ramadhan karena menjadi bagian dari lima rukun Islam. Lantas mengapa Allah memerintahkan hambanya untuk berpuasa? berkah puasa di bulan Ramadhan dari segi medis menunjukkan banyak manfaat diantaranya Puasa adalah bentuk relaksasi agar dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi dalam anggota tubuh.

Puasa dapat menghentikan proses penyerapan sisa-sisa makanan di dalam usus lalu membuangnya, Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi, begitu juga dapat menurunkan kadar lemak dan asam urat dalam darah. Sehingga tubuhpun terjaga dari kemungkinan terjadinya pembekuan pada pembuluh arteri (pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung), dan penyakit penyakit lainnya seperti halnya penyakit kanker.

BACA JUGA: IJAZAH KECERDASAN DALAM BELAJAR KH. ALI MAKSUM

WHO (World Helath Organization) menyebutkan bahwa 58 kasus baru kanker serviks terjadi setiap hari, 26 wanita meninggal setiap hari karena kanker serviks dan jumlah kasus kanker serviks terbanyak berada di wilayah Asia Tenggara yang artinya bahwa setiap 1 jam wanita meninggal karena kanker serviks. Upaya penyembuhan kanker yaitu dengan tindakan kemoterapi. Apakah usaha itu mampu menyembuhkan 100% jawabnya tentu tidak.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menceriatakan bahwa Nabi Ibrahim a.s bertanya kepada Allah SWT, “Ya Allah darimanakah penyakit ?” Allah menjawab “Dari-Ku”, “Dari siapakah datangnya obat?”, Allah kembali menjawab “Juga Dari-Ku”, lalu “Apakah status dokter?” Allah menjelaskan “Dia adalah perantara obat dari-Ku”. Lantas Bagaimana Allah dapat mengemas puasa sebagai obat bagi penyakit kanker ?

Teori Muhammad menyebutkan bahwa Terapi melalui ibadah puasa dinyatakan puasa dapat membersihan tubuh dari racun, pada saat berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati. Dari proses ini dikeluarkanlah racun- racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh.

Pada saat puasa, aktivitas sel-sel ini berada di puncak kemampuannya untuk melaksanakan fungsi fungsinya, maka ia memakan bakteri yang sebelumnya telah diserang oleh antibody secara serentak. Sehingga melalui terapi melalui ibadah puasa dapat dijadikan alternatif pengobatan untuk penyakit kanker.

Sejumlah peneliti menyebutkan bahwa sel kanker membutuhkan energi untuk bertahan dan terus bertambah. Tetapi sel kanker tidak dapat menghasilkan energi tersebut. Pergeseran metabolisme oleh sel kanker mengakibatkan mereka menghasilkan radikal bebas sehingga dapat membunuh sel itu sendiri.

Secara rinci mengenai tiga tahapan metabolik selama puasa, yaitu fase pertama berlangsung selama 10 jam atau lebih untuk mengubah glikogen menjadi energi. Jika penyimpanan glikogen telah habis, maka tubuh akan berubah menjadi gliserol dan asam lemak bebas yang dilepaskan dari jaringan adiposa dan menciptakan nutrisi keton yang digunakan tubuh dan otak untuk energi.

Sehingga, kesimpulan penjelasan klinis mengenai efektivitas puasa terhadap penyakit kanker antara lain; puasa dapat memperbaiki kerusakan DNA, mengurangi efek samping setelah kemoterapi, membersihkan racun dalam tubuh melalui proses metabolisme, merentankan pertahanan sel kanker terhadap kematian sel dan pengobatan anti kanker, menciptakan nutrisi keton yang bermanfaat untuk tubuh terlebih ketika terkenan kanker dan menghasilkan radikal bebas untuk sel kanker sendiri sehingga kanker dapat membunuh sel itu sendiri.

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *