Shalat Istikharah dan Manfaatnya

Setiap manusia pasti akan mendapati suatu titik di dalam hidupnya untuk memilih keputusan yang berat. Dan ketika waktu itu datang, ia akan mengalami kebingungan untuk memilih. Keraguan dalam mengambil keputusan inilah yang akan membuat gelisah dan gundah dalam mengambil keputusan. Di pikirannya terdapat keragu-raguan dan kekhawatiran di masa mendatang.

Perkara yang dihadapi bisa bermacam-macam. Dalam hal ini bisa berkaitan dengan perkara pekerjaan, bisnis, keluarga, bahkan dalam masalah hati dan percintaan. Indahnya agama Islam, bahkan sampai hal-hal yang spesifik seperti inipun sudah dibahas sedari 14 abad yang lalu. Pembahasan tentang istikharah dapat ditemukan dalam buku Majmu’ Syarh Al-Muhazzab karya Imam al-Nawawi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah:

Rasulullah mengajarkan kepada kami istikharah pada semua perkara, sebagaimana beliau mengajarkan Al-Qur’an. Beliau bersabda: Apabila salah satu dari kalian dihadapkan pada permasalahan maka hendaknya ia salat dua rakaat selain salat fardu (shalat istikharah), kemudian hendaknya ia berdoa…



Cara Shalat Istikharah

Seacara bahasa, salat istikharah sendiri memiliki makna “tholabul khiyarah” yang berarti “meminta keputusan”. Artinya shalat istikharah dilakukan seseorang untuk meminta diberikan pilihan terbaik dari Allah. Ketika seorang hamba diberikan dua pilihan yang sulit, maka dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah.

Cara melaksanakan shalat istikharah sendiri sama seperti shalat sunah dua rakaat pada umumnnya, adapun perbedaannya hanya terletak dalam niat. Yaitu “usholli sunnata istikharati rok’ataini mustaqbilal qiblati ada-an lillahi ta’ala”. Menurut para ulama, dalam shalat istikharah juga dianjurkan membaca surat al-Kafirun di rakaat pertama dan surat al-Ikhlas di rakaat kedua.

Untuk waktu shalat istikharah sendiri tidak diharuskan pada waktu tertentu. Namun, alangkah lebih baik jika shalat ini dilakukan di sepertiga tengah malam terakhir dan dibarengi dengan shalat tahajjud atau taubat. Di waktu ini, tubuh manusia sedang rileks, suasana hati sedang stabil dan merasakan ketenangan di tengah kesunyian malam. Ini adalah waktu terbaik untuk shalat Istikharah.

Setelah shalat, bisa ditambah dengan muhasabah diri, memperbanyak zikir, membaca ayat al-Quran (ayat kursi, surah al-Nas, al-Falaq dan al-Ikhlas) atau yang lainnya, bershalawat kepada Nabi Muhammad dan diakhiri dengan do’a istikharah. Setelah semua ritual ibadah dilaksankan, serahkan semua beban yang ada kepada Allah dengan bertawakkal kepada-Nya. Insya Allah, semua niat yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.



Fatwa tentang Shalat Istikharah oleh Dr. Abdullah al-Faqih, Qatar

فإن من هم بأمر من الأمور فإنه تشرع له الاستخارة فإن حدث له اضطراب وحيرة ولم يدر أي أمر يختار فينبغي أن يستشير أهل الخبرة والاختصاص، ويأخذ برأيهم بعد الاستخارة ويمضي في الأمر، فإن تم فهو الخير الذي دعا الله تعالى بالتوفيق إليه في استخارته، وإن صده الله عنه فهو الشر الذي دعا الله تعالى أن يصرفه عنه

Beliau mengatakan bahwa jika seseorang berada dalam keraguan dalam suatu perkara, maka disyariatkan untuk shalat istikharah. Tidak dicukupkan sampai di sana. Setelah shalat harus meminta pendapat kepada orang berpengalaman dan ahli pada masalah yang dihadapi. Kemudian memilih pendapat mereka yang terbaik. Jika sudah mengambil keputusan, maka itu adalah keputusan terbaik yang Allah tunjukkan dalam istikharahnya.

Dari sini dapat dipahami bahwa dalam menentukan pilihan tidak terhenti pada shalat istikharah saja, namun diperlukan juga musyawarah dan diskusi. Dalam bahasa sekarang adalah curhat atau curahan hati kepada orang yang dipercaya memiliki pengalaman. Artinya orang yang telah melakukan shalat Istikharah, maka telah mampu menggabungkan ikhtiar lahir dan batin. Berusaha mencari solusi kepada kolega dan memohon bimbingan dari Allah.

Faedah Shalat Istikharah

Pertama, memantapkan pilihan dan menenagkan hati.

Seseorang yang telah melakukan shalat Istikharah dan meminta masukan serta nasihat orang yang ia percaya, maka Insya Allah hatinya akan tenang. Karena telah mantap dalam hati bahwa keputusannya adalah atas petunjuk Allah. Keputusan yang dilakukan dengan melibatkan Allah dan nasihat orang baik tidak akan pernah salah.

Shalat Istikharah juga merupkan bentuk dari mengingat Allah, menghadirkan Allah dalam setiap kesempatan yang sulit dan senang. Allah berfirman “ketahuilah, dengan mengingat Allah akan menentramkan hatimu” QS. al-Ra’d ayat 28. Keputusan yang baik adalah keputusan yang dibuat dalam keadaan tenang dan tidak tergesa-gesa.

Kedua, dinilai sebagai lambang cinta dan ibadah.

Shalat Istikharah merupakan sunah yang disyariatkan oleh Nabi Muhammad. Semua orang yang melakukan sunah Nabi akan dihitung telah melakukan ibadah. Artinya pelaku ibadah ini akan diberikan ganjaran pahala oleh Allah dan dicintai oleh Nabi. Semakin banyak dilakukan, maka semakin besar juga ganjaran dari Allah.

Allah berfirman “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allâh, ikutilah aku, niscaya Allâh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” QS. Ali Imran ayat 31. Orang yang melaksankan sunah shalat istikharah juga disebut sebagai orang yang mengikuti Nabi dan lambang dari rasa cinta kepadanya.

Ketiga, bentuk dari ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah.

Melaksanakan shalat Istikharah juga merupakan bentuk dari ketakwaan kepada Allah. Allah berkata “barang siapa bertakwa kepada Allah, maka ia akan berikan jalan keluar”, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah membuat ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu,” QS. Al-Thalaq ayat 2 dan 3.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam bissawab.



"Wala tamutunna illa wa antum katibun" - Janganlah engkau mati sebelum menjadi seorang penulis.

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub
Buka WhatsApp
1
Assalamualaikum. Ada yang bisa kami bantu? silahkan chat melalui whatsapp ini. Terima Kasih.