Press "Enter" to skip to content

Sinopsis Buku “Darah Haidl Wanita” Sebuah Pembelajaran dari Segi Kesehatan dan Agama Islam

Waktu Baca:2 Menit, 58 Detik

Secara medis haidl sebenarnya berasal dari arteri dan vena, tetapi kuantitatif perdarahan arteri jauh lebih besar daripada perdarahan vena. Siklus menstruasi atau siklus haidl wanita akan terjadi selama masa reproduksi dari masa pubertas hingga masa menopause sebagai reaksi terhadap variasi-variasi gerak hormone.

Setiap bulannya wanita akan mengeluarkan ovum atau sel telur dari ovarium, dan lapisan endometrium (dinding rahim) berkembang sebagai persiapan untuk implantasi atau pernempelan sel telur yang akan dibuahi oleh sel sperma. Namun apabila tidak dibuahi oleh sel sperma maka lapisan endometrium tersebut akan luruh dalam bentuk darah dan keluar melalui intoitus vagina.

Dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa dipungkiri bahwa kelaianan siklus haidl/menstruasi sering kali dialami oleh beberapa wanita. Maka bersyukurlah bagi wanita yang setiap bulannya dapat haidl dengan normal baik dari segi lamanya haidl maupun jumlah darah yang telah dialaminya.

Terjadinya menstruasi atau haidl merupakan sebuah aksi perpaduan antara kesehatan alat genetalia dan rangsangan hormone yang kompleks dan berasal dari mata rantai aksi hipotalamus-hipofisis-ovarium. Oleh karena itu gangguan siklus haidl dan gangguan haidl dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut.

Secara medis salah satu bentuk gangguan haidl dan siklus haidl wanita adalah hipermenorea (menoragia), dimana wanita yang mengalami hipermenorea akan mempunyai jadwal siklus haidl yang tetap, tetapi kelainan haidlnya terletak pada jumlah perdarahan yang lebih banyak dari biasanya dan juga dapat disertai dengan gumpalan darah dan lamanya perdarahan lebih dari 8 hari.

Secara periodik fungsi seksual wanita dikontrol oleh hormon yang akan mengatur siklus haidl kita. Siklus haidl yang normal adalah sekitar 28 hari (21 sd 35 hari) sekali dengan jumlah pembalut sekitar 2 sampai dengan 6 pembalut perhari, serta tidak disertai rasa nyeri yang hebat (dismenorhea).

Sering kali menjumpai pada wanita yang sudah berumur lebih dari 10 tahun namun belum kunjung mendapatkan menarce atau haidl pertama yang dialami oleh seorang wanita, atau seorang wanita yang sebelumnya haidlnya lancar. Dalam artian satu bulan pasti mendapatkan haidl, namun tiba-tiba ia tidak mendapatkan haidl kembali dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan. Wanita yang mengalami hal tersebut disebutnya sebagai amenorea, yang secara umum amenorea dibedakan menjadi dua yaitu amenorea primer dan amenorea sekunder.

Dalam istilah Islam, pada dasarnya darah yang keluar diluar siklus haidl wanita disebut darah istihadah atau darah yang keluar dari rahim wanita akibat suatu penyakit tertentu. Beberapa penyakit tertentu yang menyebabkan perdarahan pervaginal adalah gangguan hormonal, polip servik, mioma uteri, kanker mulut rahim, dan beberapa kelainan lainnya.

Pola haidl yang terjadi pada darah istihadah adalah, haidl akan memanjang, kadang lebih dari 2 minggu dengan jumlah darah yang banyak atau hanya flek-flek di celana dalam. Dasar darah istihadah, dari sabda Nabi “Sesungguhnya Fatimah binti Abi Hubaisy telah berdarah penyakit, kata Rasulullah kepadanya: Sesungguhnya darah haidl itu hitam warnanya, dikenal oleh kaum wanita, maka apabila darah semacam itu ada, hendaklah engkau tinggalkan, apabila keadaan darah tidak seperti itu, engkau berwudhu dan sholatlah”.

Pada kesempatan yang lain Rasulullah bersabda, “itu adalah urat-urat, bukan darah haidl” (Imam Bukhari). Jadi, jika  mengalami haidl yang sudah tidak sesuai dengan haidl normal atau darah istihadah maka wajib mengerjakan semua ibadah termasuk shalat. Sama halnya seperti ketetapan hukum wajib atas orang berpenyakit lainnya. Hanya saja kita harus memelihara kebersihan diri dengan cara membasuh daerah vagina, memakai pembalut wanita, dan mengambil wudhu setiap akan melaksanakan sholat lima waktu.

Pada buku yang berjudul  Darah Haidl Wanita Sebuah Pembelajaran dari Segi Kesehatan dan Agama Islam tersebut telahdilengkapi dengan hukum-hukum, tanda dan jenis darah haidl serta cara mensucikannya. Melalui buku bacaan tersebut, diharapkan supaya para pembaca lebih paham tentang ilmu yang membahas haidl baik dari segi medis maupun agama Islam.

Facebook Comments

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *