Undangan Menulis di Website Santri Tulen Dot Com

Halo teman-teman pecinta literasi. Saat ini Santri Tulen membutuhkan kontribusimu untuk mengisi kolom rubrik di website kami. Kami menerima semua tulisan dari berbagai bidang. Jadi, untuk kamu yang masih belajar menulis juga boleh ikutan.

Kenapa harus menulis? Yuk kita lihat perkataan tokoh besar tentang pentingnya literasi dan tulis menulis di masa kini:

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” Pramoedya Ananta Noer (sanstrawan besar Indonesia)

“Jika kamu bukan anak raja atau anak dari ulama besar, maka menulislah” Imam al-Ghazali (pengarang kitab, filsuf besar dan ahli teologi Islam)

“Jika kamu ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator” H.o.s Cokroaminoto (tokoh besar Indonesia)

“Menulislah apa yang kamu sukai, bacalah apa yang kamu sukai, dan ikatlah semuanya dengan cara menulisnya” Hernowo Hasim (penulis senior di Indonesia)

Memotivasi sekali apa yang disampaikan tokoh-tokoh besar tentang pentingnya menulis. Menulis tidak sekedar keahlian, ia juga bagian dari hobi, bagian dari hiburan, bagian dari curhatan hati dan juga media untuk menyampaikan opini dan mengabadikan diri di dunia virtual.

Kalau begitu tunggu apa lagi, yuk mulai menulis dan segera kirimkan tulisanmu ke tim redaksi kita di santritulenid@gmail.com. Ingat tidak ada tulisan yang bagus, yang ada adalah orang yang terbiasa menulis. Menulislah dengan tulisan yang jelek, karena tulisan yang bagus hanya bonus dari kebiasaan.

Rasulullahpun juga pernah berbicara tentang pentingnya menulis. Rasulullah bersabda;

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ

“Sesungguhnya perumpamaan para penghafal Quran adalah seperti seorang yang memiliki unta yang terikat, jika ia selalu menjaganya, maka ia pun akan selalu berada padanya, dan jika ia melepaskannya, niscaya akan hilang dan pergi.” (HR. Bukhari, No. 4643)

Orang yang menulis itu ibarat orang yang mengikat ilmunya dalam keabadian. Orang yang menjaga ilmu itu ibarat mengikatkan unta pada pohon. Ia tidak akan bisa lepas. Ia akan selalu di tempat hingga kapanpun, bahkan sampai ia mati dan menghumus.

"Wala tamutunna illa wa antum katibun" - Janganlah engkau mati sebelum menjadi seorang penulis.

Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub
Buka WhatsApp
1
Assalamualaikum. Ada yang bisa kami bantu? silahkan chat melalui whatsapp ini. Terima Kasih.